Postingan

Hai Milenial, Rumah Impian itu Mudah dan Murah

Gambar
  Generasi milenial turut menentukan wajah Indonesia di masa depan. Apakah akan menjadi bangsa yang konsumtif atau produktif? Semua itu ditentukan dari rencana dan langkah kita hari ini, termasuk disiplin menabung dan berinvestasi sejak dini. Generasi milenial lahir pada sekitar awal tahun 1980-an hingga pertengahan 90-an. Menurut data Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2018, jumlah milenial mencapi 90 juta dari total penduduk 265 juta. Diperkirakan jumlahnya akan melonjak mencapai 153 juta pada tahun 2020. Jumlah sedemikian besar menjadi potensi besar pula bagi perubahan bangsa ini. Generasi milenial saat ini mencapai usia produktif yaitu pada rentang 25-40 tahun. Pada usia itu, merencanakan dan memutuskan hal penting dalam hidup yang berkaitan dengan masa depan. Di antaranya, meneruskan pendidikan, memilih profesi, berkarier, termasuk menentukan pendamping dan mulai berinvestasi. Satu di antara lima jenis investasi jangka panjang yang akan membuat ...

Mengetuk Pintu Rumah Impian

Gambar
Dulu, kala masih jadi kontraktor dan pernah tinggal di PMI (Perumahan Mertua Indah), kami sering membayangkan rumah impian. Rumah impian itu sudah dibangun di alam pikiran kami jauh-jauh hari. Pagar depan, pintu gerbang, halaman, termasuk ruang-ruang di dalamnya. Warna cat dinding, furniture yang mengisi, hingga vas bunga yang menghiasi. Mungkin di luar sana banyak orang mendambakan hal yang sama: memiliki rumah impian. Kami senang jika harus mengunjungi saudara atau kawan yang telah memiliki rumah. Senang karena kami bisa menggali informasi bagaimana cara memiliki rumah. Diam-diam kami juga selipkan sebuah doa dalam hati, ”semoga rumah dan penghuninya berkah serta kami segera dimampukan memiliki rumah sendiri.” Dulu, memiliki rumah impian rasanya begitu sulit untuk diwujudkan. Suami yang berprofesi sales distributor produk makanan dan saya sebagai guru honorer. Dari jumlah pendapatan setiap bulan, hanya cukup untuk biaya makan dan kebutuhan sehari-hari. Kami mempunyai dua balita...

Si Kriuk dari Kadungora

Gambar
Seperti sebuah posting -an tanpa adanya komentar. Sunyi, tak ada yang menyemarakkan. Mungkin seperti itulah perasaan para penggemar kerupuk yang kehilangan makanan favoritnya saat menyantap bubur ayam atau nasi kuning. Ada sesuatu yang hilang. Sesuatu yang menambah kenikmatan dan kesemarakan. Tekstur renyah dan cita rasa gurih saat digigit menjadi sensasi yang menyatu, kriuk di mulut! Bagi masyarakat Indonesia, kerupuk biasanya menemani setiap santapan. Kerupuk tersedia di setiap tempat makan mulai dari warteg hingga restoran, bisa dinikmati kapan saja dan oleh siapa saja, kerupuk bisa juga dijadikan camilan. Rasanya enak dan yang terpenting harga cenderung ramah di kantong. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kerupuk adalah makanan yang terbuat dari adonan tepung dicampur dengan lumatan udang atau ikan, setelah dikukus disayat-sayat tipis atau dibentuk dengan alat cetak dijemur agar mudah digoreng. Di Indonesia terdapat berbagai jenis kerupuk di antaranya, kerupuk kul...