Postingan

Menampilkan postingan dengan label kuliner

Si Kriuk dari Kadungora

Gambar
Seperti sebuah posting -an tanpa adanya komentar. Sunyi, tak ada yang menyemarakkan. Mungkin seperti itulah perasaan para penggemar kerupuk yang kehilangan makanan favoritnya saat menyantap bubur ayam atau nasi kuning. Ada sesuatu yang hilang. Sesuatu yang menambah kenikmatan dan kesemarakan. Tekstur renyah dan cita rasa gurih saat digigit menjadi sensasi yang menyatu, kriuk di mulut! Bagi masyarakat Indonesia, kerupuk biasanya menemani setiap santapan. Kerupuk tersedia di setiap tempat makan mulai dari warteg hingga restoran, bisa dinikmati kapan saja dan oleh siapa saja, kerupuk bisa juga dijadikan camilan. Rasanya enak dan yang terpenting harga cenderung ramah di kantong. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kerupuk adalah makanan yang terbuat dari adonan tepung dicampur dengan lumatan udang atau ikan, setelah dikukus disayat-sayat tipis atau dibentuk dengan alat cetak dijemur agar mudah digoreng. Di Indonesia terdapat berbagai jenis kerupuk di antaranya, kerupuk kul...

Faith, Love, and Eat

Gambar
Dulu kali pertama saat aku menjalaninya, aku berfikir ini sebagai wujud cinta. Namun seiring berjalannya waktu aku rasa makna itu terlalu dangkal. Tahun ke dua, aku menamainya sebagai sebuah kewajiban. Namun hal ini hanya menyisakan sebuah rasa lelah dan sesuatu yang hambar. Seiring berjalannya waktu di tahun ke tiga dan ke empat, setiap hari kerja (Senin-Sabtu) dengan rutinitas menyiapkan bekal makan siang untuk suami di pagi hari aku namai dengan tanggung jawab. Sangat paham dengan energi yang terkuras untuk mendistribusikan produk keliling kota setiap harinya maka asupan nutrisi yang seimbang sangat penting. Berharap bahwa apapun polusi dan toksin yang menyerang pekerja lapangan dapat ditangkal dengan asupan bauh dan sayur segar. Maka setiap dia pulang kerja, aku menyajikan buah segar dan menu sayur bening di malam hari. Pun begitu dengan cuaca yang semakin sulit untuk diprediksi, maka air mineral yang masuk ke tubuhnya, aku hitung agar tak dehidrasi. Minimal 2 liter a...

Karena Suamiku Doyan Makan

Gambar
     Semenjak mengikrarkan mitsaqon gholidzon, saya berdoa semoga bisa menjadi istri yang baik dan ibu yang baik kelak bagi anak-anak kami. Sepertinya, semua wanita berdoa seperti itu di hari sakralnya. Menjadi terasa ringan menjalani hari dengan amanah yang diemban karena semua berdasar cinta. Itu pada awal pernikahan. Ha ha!     Selang lima tahun berlalu, semua itu bukan lagi berdasar hanya karena cinta (ciecie... 😄 ) tapi memang sebuah kesadaran terhadap amanah yang telah diemban. (Ekhem...beurat tah 🤔 😅 ) Memasak termasuk di dalamnya. Beruntung suami adalah tipe omnivora 😂 maksudnya ia bukan "picky eater" walau di awal pernikahan sempat sulit juga menentukan menu masakan karena takut ia tak suka. Lebih bersyukur karena saat ini tipe itu menurun pada kedua anak kami. Saya masak apapun, mereka lahap saja memakannya.     Dengan segala kehectikan working mom ini, saya selalu sempatkan memasak. Sebelum berangkat kerja...