November, Selalu Menyisakan Cerita Tersendiri
November Telah Sampai di Penghujung Kamu tau, hampir setiap kali aku meniup lilin pertambahan usia, udara dan tanah membasah di luar sana Langit dipayungi awan kelabu Gemericik gerimis menyesap hingga ke relung hati Dingin mengelus pori hingga ke palung nadi Kala itulah, aku ingin kau menemaniku di sini Duduk bersama menatap langit yang perlahan mengabu Duduk bersama menyimak alunan gemericik Duduk bersama menyaksikan daun yang mulai tumbuh atau bermain bersama dengan jemari saling menggenggam di atas rumput tergenang Tetaplah di sini menemaniku Tak perlu menghadiahi bukhet bunga Karena cinta telah lebih dulu bersemi dalam hati kita November telah sampai di penghujung Waktu seakan ikut membasah Selamat ulang tahun untukku Kemarau nanti akankah pepucuk daun yang tumbuh musim ini, meranggas?