Dunia Maya
Cerpen: Anggi Novia Dewi Maya, cinta untuk kita memang tercipta dalam bentuk lain. Tak seperti cerita cinta klasik, Zainab dan Hamid dalam novel Di Bawah Lindungan Ka’bah . Juga tak seperti cerita cinta generasi milenial, Dilan dan Milea. Definisi cinta kita berubah-ubah. Hujan, mungkin begitulah cinta kita. Kadang rinai bahagia, kadang gemercik berlagu pilu. Api, mungkin juga begitulah cinta kita. Kadang menggebu-gebu penuh nafsu. Kadang hanya seberkas binar cahaya di ruang gelap. Mungkin hanya air, begitulah cinta kita. Menyejukkan bila kita kehausan, namun berubah jadi ganas bila diperintahkan untuk melahap satu peradaban. Mungkin juga hanya tanah, begitulah cinta kita. Selalu memberi kebaikan walau yang terima adalah luka. Aku tak bisa membuktikan secara empiris, apakah aku ketagihan lalu sekarat bila kau tak ada? Namun aku dapat memastikan bahwa hampir seluruh duniaku hilang jika kau tak di sini membersamaiku. Berlebihankah? Maya, dirimu apatah adanya...