Aku dan Alfath



Jika suatu saat nanti kau menemukan tulisan ini.

Jujur, aku lebih tentram membersamai tumbuh kembangmu di rumah. Namun, terkadang kita harus berdamai dengan keadaan untuk kebaikan bersama.

Ketika aku memutuskan untuk merangkap sebagai working mom, setiap sebelum berangkat, aku memintamu untuk mengecup pipi dan keningku. Berharap, kamu menginjinkanku untuk pergi beberapa waktu. Berharap kecupan itu menjadi penyemangat kita dalam melewati waktu yang terasa berjalan perlahan. Berharap kecupan itu menguatkan selalu bonding antara kita. Berharap kamu selalu dapat merasakan bahwa aku mencintai dan menyanyangimu. Berharap kamu akan bersikap menjadi anak sholeh dan manis selama bersama murabbiyah.

Dan ketika kau melambaikan tangan di halaman rumah, aku selalu berdo'a...menitipkanmu pada Dzat yang Maha Memelihara dan Maha Melindungi. Karena hanya itulah yang membuatku tenang. Terkadang lambaian itu dibarengi dengan mata berkaca-kaca atau wajah yang ditekuk. Kita akan melewati ini semua, nak. Dan suatu hari nanti, kita akan merindukan moment ini, sebagai kenangan indah.

Sedikit agak khawatir saat kamu memasuki usia dua tahun. Mengamati perkembangan motorik halus, motorik kasar dan bahasamu. Kita harus banyak bersabar. Walaupun nyinyiran tetangga yang membandingkan perkembangan dengan anaknya tak bisa dihempaskan begitu saja. Terkadang hal ini membuatku merasa bersalah dan menghakimi diri sendiri dengan posisiku yang merangkap sebagai working mom.

Tapi, hey...tunggu dulu...
Seminggu ini, aku melihat perkembangan menakjubkan itu. Inilah momentmu, nak! Kamu hebat!
Setelah dibimbing berbulan-bulan cara memakai celana sendiri, menyebutkan dengan jelas nama sendiri, dan untuk tidak mengompol malam hari...akhirnya...perubahan itu datang juga. Serempak, seminggu ini. Terima kasih, nak. Dan aku bertambah yakin bahwa setiap anak mempunyai moment perkembangannya masing-masing.

Bersyukur, tanggal 21 nanti usiamu memasuki 3 tahun. Teruslah membuat keajaiban yang menakjubkan itu. Walaupun aku tak selalu bisa membersamaimu sepanjang waktu.


Komentar

  1. Si kecil yang ganteng. Jangan khawatir, setiap anak itu istimewa, mereka harus kita bimbing dengan sabar dan untaian doa tiada henti. Insya Allah akan baik-baik saja semuanya.
    Setiap anak punya momen khusus, kita hanya harus sabar dan membimbiungnya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Porsi Tresna

BRAL

Anaking jeung Bulan Puasa