Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Si Kriuk dari Kadungora

Gambar
Seperti sebuah posting -an tanpa adanya komentar. Sunyi, tak ada yang menyemarakkan. Mungkin seperti itulah perasaan para penggemar kerupuk yang kehilangan makanan favoritnya saat menyantap bubur ayam atau nasi kuning. Ada sesuatu yang hilang. Sesuatu yang menambah kenikmatan dan kesemarakan. Tekstur renyah dan cita rasa gurih saat digigit menjadi sensasi yang menyatu, kriuk di mulut! Bagi masyarakat Indonesia, kerupuk biasanya menemani setiap santapan. Kerupuk tersedia di setiap tempat makan mulai dari warteg hingga restoran, bisa dinikmati kapan saja dan oleh siapa saja, kerupuk bisa juga dijadikan camilan. Rasanya enak dan yang terpenting harga cenderung ramah di kantong. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kerupuk adalah makanan yang terbuat dari adonan tepung dicampur dengan lumatan udang atau ikan, setelah dikukus disayat-sayat tipis atau dibentuk dengan alat cetak dijemur agar mudah digoreng. Di Indonesia terdapat berbagai jenis kerupuk di antaranya, kerupuk kul...

Dunia Maya

Gambar
Cerpen: Anggi Novia Dewi Maya, cinta untuk kita memang tercipta dalam bentuk lain. Tak seperti cerita cinta klasik,   Zainab dan Hamid dalam novel Di Bawah Lindungan Ka’bah . Juga tak seperti cerita cinta generasi milenial, Dilan dan Milea. Definisi cinta kita berubah-ubah. Hujan, mungkin begitulah cinta kita. Kadang rinai bahagia, kadang gemercik berlagu pilu. Api, mungkin juga begitulah cinta kita. Kadang menggebu-gebu penuh nafsu. Kadang hanya seberkas binar cahaya di ruang gelap. Mungkin hanya air, begitulah cinta kita. Menyejukkan bila kita kehausan, namun berubah jadi ganas bila diperintahkan untuk melahap satu peradaban. Mungkin juga hanya tanah, begitulah cinta kita. Selalu memberi kebaikan walau yang terima adalah luka. Aku tak bisa membuktikan secara empiris, apakah aku ketagihan lalu sekarat bila kau tak ada? Namun aku dapat memastikan bahwa hampir seluruh duniaku hilang jika kau tak di   sini membersamaiku. Berlebihankah? Maya, dirimu apatah adanya...