Salimaku

    Anak perempuan itu cepat dewasa. Saya bukan psikolog, namun senang kala mengamati perkembangan anak, baik anak perempuan maupun laki-laki. Termasuk membandingkannya dengan sebaya yang lain. Sayang, kata orang...tidak boleh membandingkan perkembangan satu anak dengan yang lainnya. Apalagi sampai mengucapkannya di depan anak tersebut. Alih-alih untuk menyemangati, takutnya anak merasa disepelekan.
    Menggelitik memang. Karena saya sendiri termasuk orang tua yang sering membandingkan anak. Misalnya membandingkan kakak dan adiknya. Tentu saja tujuan saya baik. Agar adik bisa termotivasi melihat kakaknya atau kakak malu melihat adiknya. Konsep yang saya terapkan adalah teladan anggota keluarga. Yang kecil meneladani yang besar. Tentu saja pondasinya adalah teladan orang tuanya dalam hal ini ayah dan ibunya. Tipis sekali memang perbedaan antara makna membandingkan dan meneladani.
     Saya sadar, kemampuan saya dalam mendidik anak di rumah banyak kekurangannya. Saya hanya mampu mendoakan mereka, semoga Alloh senantiasa menjaga dan menerangi hatinya. Orang tua yang lain mungkin sudah mampu menghadirkan teladan dari baginda Nabi ketika kecil sebagai role model bagi anak. Bagaimana membersamai anak agar menjadi pribadi yang sholeh, mandiri, dan tangguh seperti baginda Nabi.
Semoga dalam segala kekurangan ini, anakku...Salimaku...tumbuh menjadi anak yang berakhlakul karimah dan beradab. Sholeh, mandiri, dan tangguhlah dari dalam hatimu. Ibu yakin, setiap anak pada fitrahnya adalah baik.

# Pic. Salima (5th) mencuci piring sendiri. Entahlah, ada rasa damai seorang ibu dalam hati ini.😊

Komentar

  1. Betul, anak peremmpuan cepat tumbuh dewasa daripada anak lelaki sebayanya. Pun kian besar mereka maka akan lekas tumbuih fisik dan psikisnya. Akan tetapi, pada titik tertentu nanti lelaki akan bisa melampaui mereka. Tugas kita tetap membimbing dan mengasihi tiada henti. Sampai akhir. Mendoakan mereka dan semoga mereka mampu mandiri sebagai pribadi tangguh dengan akidah dan akhlak yang baik.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Porsi Tresna

BRAL

Anaking jeung Bulan Puasa